Kisah Orang-Orang Kampung Masuk Pantai

By Thursday, January 29, 2015 ,



Setelah sekian lama memperjuangkan usulnya, Rian akhirnya berhasil membawa gue dan teman-teman gue ke pantai "impiannya". Rian, orang kampung yang tak percaya bahwa dosanya sudah seberat badannya. Setelah awalnya dia mengajak gue, dia menargetkan akan mengajak beberapa temannya lagi. Dia mengajak Ayat. Ayat kayaknya orang sabar. Buktinya dia tahan berteman dengan Rian selama 2 tahun terakhir. Istighfar, yat Istighfar.
Ayat ini juga designer nomor 1 dikelas gue. Tapi dia mungkin harus lebih banyak bersabar, karna designnya masih kalah sama designnya Rian.



Terus ada Andre. Mungkin dia satu-satunya orang paling berguna diantara kami. Kenapa ? Soalnya gue ditebengin sama dia. Akhir-akhir ini Andre sibuk menghipnotis beberapa anak kelas, agar nyasar ke blog dia. Gue udah jadi korban hipnotis dia. Semua cara udah dia coba, tapi mungkin blog dia belum pantas dibandingkan sama blog gue. Lalu, yang terakhir itu Wahyu. Orang yang tak sengaja terikut dengan kami ke Pantai. Dia datang menggunakan seragam kebanggaannya. Dia juga salah satu korban hipnotis Andre. Dia juga punya blog yang ga keurus, ga terawat, pokoknya blognya jelek. Jangan mau main ke blog dia.

***

Perjalanan kami dimulai dari rumah gue. Waktu itu, seperti biasa gue ditebengin sama Andre. Setelah itu, langsung berangkat kerumah Rian. Dari rumah Rian, bergegas ke salah satu minimarket terdekat. Nah, disinilah Rian berguna. Setelah sekian lama Rian tidak ada gunanya, akhirnya dia ada gunanya juga. Kami habisin duitnya buat beli makanan. Horeee... *apasih?
Di simpang jalan, Ayat ternyata udah nunggu Rian, Gue, sama Andre. Nyampek dekat simpang ternyata harus nunggu si Wahyu. Sialan nungguin Wahyu panas-panasan.

Dung.. Dung.. Dung.. (bunyi alarm Rian)
Dung..Dung..Dung

Akhirnya Wahyu datang, kita langsung berangkat. Ternyata perjalanan kami ke pantai, hampir tidak menemukan tantangan. *Bagian ini kurang seru*
Dan akhirnya, sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa. Baru aja mau masuk ke pantai, kami udah dipalak-in sama orang sangar berkulit gelap. Secara tak terduga uang kami habis 15ribu. Usut punya usut, ternyata yang palak-in kami tadi adalah penjaga pantai.
Tak terlalu jelas suara ombak waktu itu, ternyata lautnya lagi surut. Terpaksa kami menunggu sampai laut kembali pasang. Keliling-keliling nyariin tempat duduk, akhirnya kami menemukan sebuah tempat yang mirip pondok kecil. Sebenarnya, pantat tidak sabar ingin merasakan indahnya kenyamanan sebuah tempat duduk. Tapi semua itu berubah sejak wajah ceria yang terpancar dari wajah Wahyu, tiba-tiba berubah jadi kusut. Ternyata didinding pondok kecil ada papan bertuliskan :

"2 Orang : 20.000"
"5 Orang : 50.000"

Karna Rian tak punya duit buat bayar, terpaksa kami cari tempat lain. Terdapatlah disana 2 kursi kayu dengan meja ditengahnya. Karna tidak mau mengalami kesalahan yang sama, kami langsung cek disetiap kolong meja dan kursi kayu yang ingin kami duduki. Dan untungnya, tidak ada papan kecil yang menempel disitu. Waktu itu anginnya kencang, gatau kenapa. Rian pun teringat kehidupannya dulu, waktu tinggal di gubuk tua ditengah hutan.

Tinggal tempel fotonya di tiang listrik

Setelah Rian bersenang-senang kembali ke masa lalu, lewatlah tukang es krim yang belum dapat pelanggan sejak tadi. Karna kasihan tak dapat pelanggan, akhirnya kami jadi pelanggan pertamanya. Seketika uang kami berubah menjadi 5 ice cream.
Muncul ide berselfie ria rame-rame, dan karna kami tak punya tongsis buat selfie, akhirnya Rian mengeluarkan idenya. Bisa dibilang ide kreatif, karna memanfaatkan barang-barang yang ada disekitarnya. Tapi juga bisa dibilang ide buruk, karna kelakuannya yang antimainstream.


Sedang Rian asik bermain dengan tongsis barunya, Wahyu mulai mencari kawan ngobrolnya sendiri. Buset, ternyata dia udah ngobrol sama anak Pramuka yang waktu itu lagi ada kegiatan di Pantai yang sama.

***

Selain ide buruk Rian dituangkan dalam selfie'nya, lagi-lagi dia mengeluarkan ide yang bisa dibilang kreatif dan juga bisa dibilang buruk. Tapi banyakan buruknya daripada kreatifnya. Permainan yang muncul dari ide Rian ternyata membuahkan keseruan dan juga mengundang petaka. Kami sih, setuju-setuju aja sama permainan dia. Biarpun mainannya konyol, tapi.. behhhh.. SUMPAH! GAK SERU! -,-


PERMAINAN INI BERBAHAYA ! SANGAT BERBAHAYA !


Akhir permainan akhirnya membuahkan petaka. Memang ide-ide dari Rian tak seindah bentuk badannya. Keinginan punya foto ala Photographer handal ditambah panorama sunset setengah matang. Akhirnya kami membuat proyek foto keren abis. Ayat sebagai Photografer, dan kami yang lain jadi modelnya. Ciee

Ini hasil foto dari kamera berkualitas, bro !

"Orang kampung belum tentu kampungan"

Thanks to : Andre Wodon, Ayattullah Ahmad, Rian Mutholib, M. Wahyu Khoirul, Michael Simatupang, and more...

You Might Also Like

15 comments

  1. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  2. beuhh ajib kang :)

    ReplyDelete
  3. Waw... sungguh mengharukan dgn smua aib2 yabg terulis di atas, saya terhura *ambilkainlap*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahah, :ngakak itu bukan aib, kayaknya. Typo mu ituloh... :capedeh

      Delete
  4. wah keren nih :3 :v realita berbanding terbalik dengan ekspetasi

    ReplyDelete
  5. dipantai emang asik gan
    sayangnya ane anak pedalaman :3

    ReplyDelete
  6. buset tongsis langka tuh gan..

    ReplyDelete
  7. naksir sama es krim nya, itu kayaknya eskrim tahun 90 an hehehe

    ReplyDelete

Berikan komentar Anda!